MURAL DI FILOSOFI KOPI


Satu hari di akhir Desember 2016, salah satu sutradara muda berbakat Indonesia yang juga sudah jadi teman baik yang cukup lama menghubungi gue. Dia adalah Angga Sasongko. Sapaan Angga kemudian disusul dengan pertanyaan dan peryataan yang kurang lebih begini, “Benk, lo tertarik ngga untuk mural di Kedai Filosofi Kopi? Kita rencananya akan mulai syuting sekuel Filosofi Kopi dan ceritanya Kedai Filosofi Kopi buka lagi dan punya tampilan baru. Kalau tertarik, gue kepikiran lo bikin karakter visual lo besar-besar disana.”

“Ayo!”

Tanpa pikir panjang jawaban setuju, keluar dari mulut gue.

Survei kecil-kecilan pun dimulai dengan mendatangi Kedai Filosofi Kopi di kawasan Blok M untuk mengukur dan mengambil beberapa stok foto. Setelah survei dan foto, kemudian preview visual pun bisa tercipta.



Singkat cerita sampai di hari H dimana mural sudah harus dikerjakan. Hari itu, dapet brief harus standby di lokasi jam 1 siang karena akan ada acara media (press coference) dan setelah itu baru pengerjaan mural baru bisa dikerjakan.

Namun seperti biasa, ada aja hal-hal tidak terduga yang terjadi hari itu. Karena satu dan lain hal, pengerjaan mural baru bisa dikerjakan sekitar pukul 22.00 malam. Jadi karena baru mulai jam segitu, gue baru selesai jam 4.30 pagi–dimana angin lumayan kenceng, hujan gerimis plus ditemenin nyamuk hehehe.



Subuh gue pulang ke rumah, tidur sebentar karena jam 8 paginya sudah harus standby lagi karena ternyataaa... akan turut serta dalam syuting dan masuk sedikit ke dalam scene film. :))

Seneng banget dapet kesempatan ini, suatu kehormatan juga buat gue. Belum pernah mengerjakan mural di bidang yang seperti ini (etalase jendela dengan media kaca), plus karyanya masuk layar lebar pula. Selain itu, mural gue jadi visual yang cukup ikonik di Kedai Filosofi Kopi di Blok M.

Yang bikin lebih happy lagi ternyata setelah nonton filmnya, menurut gue pribadi filmnya SANGAT bagus. Mulai dari kualitas akting para pemainnya, sinematografi, music scoring, semuanya bersatu dalam satu rasa yang soulful banget. Jadi, semakin bangga karya gue masuk menjadi bagian kecil dari filmnya dan juga masuk ke dalam salah satu merchandise yang dijual di Filosofi Kopi. Thanks Angga dan seluruh tim Filosofi Kopi untuk kesempatannya!



By the way, sudah nonton filmnya belum atau mampir ke Kedai Filosofi Kopi yang di Jakarta atau Jogja?

A/A

No comments :

Post a Comment