Friday, January 22, 2016

Teringatkan Kembali

Udah menuju akhir Januari 2016. Cepet banget ya. Saya mungkin sama seperti kalian, sering banget ngerasa, "waktu kok rasanya makin cepet ya". Makin ngga berasa. Omongan asbun malah bilang, "Iya cepet banget ya waktu tuh, tanda-tanda nih...dunia, mau kiamat kali". Halahhh.. Terlepas dari bener apa ngga, kocak aja sih nyambunginnya jadi suatu hipotesa haha. Pemikiran mengenai,"rasanya waktu cepet banget" ini sering banget mampir dan bikin saya jadi mikir.."iya ya waktu kok terasa cepet banget, apalagi setahun terakhir ini kurang lebih, khususnya di 2015. Ada rasa-rasa gimana gitu, lebih ke agak-agak sedih (drama) dan bikin jadi merenung dan terkadang juga jadi kepikiran hipotesa asbun tadi haha. 

Yang saya pikirin dalam waktu yang cepet berlalu ini adalah apa yang udah saya lakukan dalam hidup. Kalau hipotesa asbun tadi bener, "Apa udah cukup kebaikan yang saya lakukan, apakah saya sudah cukup bermanfaat? Apakah saya sudah menjalani peran saya? Apakah saya sudah memenuhi maksud dan tujuan penciptaan diri saya? Dan yang paling utama adalah apakah saya masih punya banyak waktu untuk orang-orang yang saya sayangi dan cintai termasuk Aura Suri".

"Bukan waktu yang rasanya kok makin cepet, tapi kita yang udah makin banyak fokus pikiran dan sering ngga live in the moment ".

Well balik lagi ke pemikiran mengenai,"waktu kok rasanya cepet banget". Akhirnya saya berkesimpulan, bahwa bukan waktu yang semakin cepet. Tapi beranjak dewasa, porsi fokus pikiran kita yang semakin banyak. Apakah itu tuntutan, pekerjaan, kebutuhan serta kelurga. Fokus pikiran yang terbagi banyak itu yang sering kali membuat kita tidak live in the moment, terlebih dengan ada smartphone di tangan, semakin tersita waktu kita. Definisi live in the moment saya adalah kesadaran akan sebuah realita dimana kita "hadir" bukan hanya fisik, namun akal dan terutama hati.

Orang bijak bilang "Bukan seberapa lama kita hidup yang penting, tapi seberapa bermanfaatnya hidup kita dalam waktu yang singkat", quote yang terasa kontradiktif dan menantang. Tantangan sebenernya - terutama dan paling nggak untuk saya -  adalah untuk mencapai titik seimbang dalam memanfaatkan waktu yang terasa cepat ini sebaik-baiknya (walaupun dalam realitas-nya waktu hidup kita di bumi memang cepat). Try to live in the moment, full-minded, full-hearted in every single time of our lives. Berat? sangat. Tapi setidaknya dengan menulis ini, saya teringatkan kembali untuk berusaha sebaik-baiknya.

@AbenkAlter

No comments:

Post a Comment