Setitik Buih Sadar Diri

Monday, October 5, 2015

Sabtu kemarin tanggal 3 Okt 15 seharian bersama Ricky WSATCC dan David Tarigan dipercaya menjadi Juri dalam kompetisi band yang diadakan oleh Anak-anak Fakultas Ekonomi dari Universitas Indonesia. Saya pribadi sebenernya kaget ketika diminta menjadi Juri yang notaben tugasnya memberikan "nilai" dan opini dari band-band yang akan tampil, menimbang saya bukan lagi menjadi personel dan berada dalam sebuah grup band. Tapi ya tentu saja senang :) 

Ui Music Fair photo IMG_9214 copy_zpsitvwkvhu.jpg
Bersama Ricky Virgana WSATCC dan David Tarigan

Kesempatan menjadi juri berarti kesempatan utk melihat bakat-bakat muda dimana mungkin salah satu dari mereka mungkin saja menjadi bintang besar di masa depan, baik sebagai band ataupun perorangan. Sangat berharap ada kejutan yang akan ditampilkan dari para peserta. Siapa tau nanti, ada sesuatu yang super keren, atau potensi yang luar biasa. Atau ada yang lucu banget. Ngga sabar untuk nonton bagaimana para peserta kompetisi akan menampilkan performa dengan gayanya masing-masing. Hari itu, membawa saya nostalgia, kembali jauh ke masa di awal-awal saya bermusik, dimana bermusik hanya sebagai media senang-senang, eksistensi dan modal pergaulan. 

Masih teringat betapa tegangnya saya sebelum naik dan tampil di panggung pertama kalinya, juga beberapa momen dan rasa saat menjajaki satu panggung ke panggung yang lain. Ngomong-ngomong soal kompetisi band, dulu di masa awal-awal bermusik saat smp bersama band saya saat itu ( yang terdiri dari dua vokalis, dan salah satunya adalah Andien :p ) kami pernah memenangkan sebuah kompetisi musik/ band. Saat itu hadiahnya jam dinding dan uang sebesar 100 ribu kalau tidak salah :D 

Mungkin tidak seperti teman-teman musisi lain yang memang sejak dini bermimpi dan bercita-cita menjadi musisi ataupun penyanyi. Walaupun sedari kecil saya kursus piano dan gitar. Karir saya bernyanyi dan bermusik bisa dibilang adalah kecelakaan, atau paling tidak, tidak pernah saya rencanakan, bahkan impikan saat itu. Tidak pernah terbayang bahwa saya akan serius dan hidup di musik ataupun sebagai pelaku industri kreatif. Saat itu sih, hanya sekedar seru-seruan, dan "kebetulan" di ajak untuk mengisi posisi vokal di band teman-teman yang beraliran Acid Jazz. 

Seiring waktu, ternyata saya "menemukan diri" saya di musik dan seni. Seolah waktu menjawab dan memberikan alasan mengapa saya saat itu "Nge-band". Sebenarnya tidak ada yang kebetulan. Saya percaya itu. Apa yang ada di dalam diri kita , dengan segala potensinya sebagai bagian dari alam semesta akan membawa kita ke tempat dimana kita bisa menemukan diri kita yang sebenarnya. Seperti buih di dalam samudra yang akan mengikuti kemana arus membawa dan mustahil untuk melawan kehendak arahnya. Proses yang sangat alami. Hanya perlu sedikit "berani" membuka mata, hati dan telinga untuk membaca fenomena yang terjadi di baliknya. Untuk sebuah tujuan, mengenal diri. 

Saya percaya mereka yang berkesenian adalah mereka yang mampu merasa, merenung dan "berfikir". Begitupun juga dengan teman-teman saya, seluruh peserta kompetisi band ini. Walau tentu mereka mengambil keputusan untuk mengikuti kompetisi dengan alasan yang berbeda-beda. Ingin tampil dan eksis misalnya, ingin cari peluang untuk lebih sukses, ingin berekspresi atau sekedar senang-senang. Namun pada hakikatnya setiap manusia menginginkan sebuah tempat dimana kita merasa diterima dengan menjadi diri kita sendiri. Sebuah kebutuhan transenden. 

Walaupun mungkin hanya ingin sekedar bersenang-senang namun sesungguhnya sering tanpa disadari dan mengerti, terjadi sebuah pergerakan di dalam diri sebagai hasrat memenuhi kebutuhan jiwa menjadi manusia yang seutuhnya. Sering tanpa kita sadari, kita melangkah kemana arah hati memanggil. Baik yang akan serius di musik kedepannya ataupun tidak saya berharap kesempatan ini menjadi secuil awal bagi mereka untuk bisa menemukan diri mereka di masa yang akan datang. Seperti saya yang dulu hanya "sekedar" bermusik ikut-ikutan kemudian berujung menjadi pilihan hidup, dan memutuskan secara sadar mengikuti panggilan hati. Menjadi setitik buih yang sadar diri.

@AbenkAlter

2 comments:

  1. Apa yang ada di dalam diri kita , dengan segala potensinya sebagai bagian dari alam semesta akan membawa kita ke tempat dimana kita bisa menemukan diri kita yang sebenarnya.

    Suka, kak Abenk. Sukses selalu :)

    ReplyDelete

OBLIVIATE © 2017
Template by Blogs & Lattes