THANK YOU

Saturday, April 4, 2015

“GOKIL!”

Itu jawaban saya setiap kali orang bertanya, “Gimana kemarin di Java Jazz?”

Sejujurnya sampai hari ini saya belum bisa move on dari keseruan hari itu. Bulan lalu, tepatnya tanggal 7 Maret 2015 adalah hari dimana debut Abenk Alter di Java Jazz Festival 2015, dan untuk kesempatan itu saya ingin berterimakasih kepada EQ Puradiredja yang memberikan kesempatan dan kepercayaan kepada saya untuk mengisi panggung BIG TV. Saya bersyukur banget dapat kesempatan untuk tampil di hari dan di waktu yang sangat, sangat ideal.

7 Maret 2015, jam 7 malam, kebetulan? I don’t think so. It’s the Higher Power that have arranged that moment :) Setelah mendapatkan konfirmasi bahwa saya akan menjadi salah satu pengisi acara di Java Jazz Festival 2015, di satu sisi imajinasi saya langsung liar, memvisualisasikan bagaimana keadaan di hari H, sambil membayangkan aransemen, gimmick dan bagaimana saya dan teman-teman tampil disana.

Tapi di satu sisi yang lain bilang, “Sederhana aja ngga usah pikirin macem-macem dulu, yang penting lo main bagus dan menampilkan yang terbaik. So what’s your plan?

Begitu memang yang selalu pertarungan antara otak kanan dan otak kiri. Imajinatif versus logis. Dari awal perjalanan Abenk Alter, saya menanamkan dan mengedepankan simplicity, untuk semua output maupun artworks yang saya kerjakan, baik lagu, gambar, dan sebagainya. Berprinsipkan hal di atas, akhirnya saya memutuskan untuk menyederhanakan seluruh konsep yang liar dan telah siap meledak dari dalam kepala. Dengan format simple set yang standar, akhirnya kami mulai untuk melakukan persiapan.

 Junior Soemantri pada gitar, Kevin Anggoro pada drum, Iyus Traya pada bass dan Dewita Ratih pada piano. Memang, dasar sifat manusia ngga pernah puas akhirnya saya memutuskan untuk meminta bantuan seorang teman baik yang sudah lama saya kenal, Randy MP, seorang produser dan songwriter dari album pertama Teza Sumendra, untuk membantu saya pada bagian sequencer. Saya putuskan untuk meminta bantuan Randy MP utk memegang sequencer sebagai pertimbangan mengisi detail-detail sound yang ada pada album “Selamat Datang”. The preparation went well and I’m glad that I entrusted them to be part of the team. It's an honor to play with such great and talented musicians.




Singkat cerita, kami sampai di Kemayoran pada sore hari (beberapa jam sebelum tampil) dan kondisi cuacanya mendung karena baru saja selesai hujan besar. Sabtu itu, Java Jazz Festival 2015 penuh dengan orang dan ramai bukan main. Walaupun langit mendung, tidak membuat saya berhenti berpikir positif, nanti  pasti akan menyenangkan. Panggung tempat saya tampil yaitu panggung BIG TV adalah satu dari dua panggung besar outdoor. Kursi-kursi di depan panggung BIG TV telah terisi oleh beberapa orang. Dalam hati, “Ngga peduli berapa banyak orang yang nonton, I just wanna have fun dan perform dengan baik.”

Setelah selesai briefing dan berdoa bareng, kami bersiap bersama di backstage dengan pemain dan para kru. Dan… hujan mulai turun rintik-rintik, semakin lama semakin besar. Drama dilanjutkan dengan sedikit penonton yang duduk di depan panggung BIG TV pun berhamburan untuk melindungi diri dari basah kuyup. Oke, kali ini saya bilang dalam hati, “Gak apa apa deh ngga ada yang nonton, I just wanna have fun dan perform dengan baik,” sambil tersenyum melihat keluarga saya (ibu, ayah, Alodita, kakak, ipar saya bersama si kecil Talullah) berteduh tepat di bawah atap panggung.

Di saat yang sama stage manager dari panggung BIG TV datang menghampiri saya dan bilang, “Maaf Mas Abenk, kalau hujan semakin deras dan belum berhenti terpaksa tidak bisa main, force majeure.

Drama semakin intense saudara-saudara.

“Terus?”


“Iya paling main di sisa waktunya aja, itu pun kalau hujan sudah mereda.”


My God.. I just wanna play. 

Entah bagaimana keputusannya, akhirnya MC yang membuka panggung pun masuk di saat hujan masih cukup deras, dan disaat yang sama kami tetap bersiap. Tepat setelah MC menyebut nama saya,Abenk Alter!” hujan berhenti! Dan keajaiban belum berhenti sampai disitu, saya melihat ke luar dari balik tirai backstage, kerumunan orang sesaat dalam waktu yang singkat berkumpul seolah siap menyaksikan pertunjukan.

Kursi yang tadinya kosong perlahan-lahan mulai penuh. Di bagian sisi kanan, kiri dan paling belakang terlihat sangat ramai dipenuhi pengunjung, kecuali di bagian depan panggung yang hanya boleh diisi oleh fotografer dan teman-teman dari media.

Saya tidak mampu berkata-kata, degup jantung semakin cepat seolah tidak percaya dengan keadaan yang berbalik semudah membalikan telapak tangan, the only thing I remember, saya tidak bisa berhenti bersyukur pada Tuhan atas keajaiban yang datang sesaat sebelum saya tampil hari itu. Dengan perasaan campur aduk, saya berjalan memasuki panggung dan bertanya ke semua penonton yang telah menunggu, “Are you guys ready?!”


Photo courtesy of @danynoufan

































Next thing I knowthe performance went awesome and the crowd was amazingly great! :) Terlihat banyak yang belum tau lagu-lagu saya di album Selamat Datang, tapi dari sepenglihatan saya dan yang saya rasakan, penonton ikut senang dan menikmati penampilan kami malam itu. But the most important thing, the rest of the team and I were happy. We had so much fun! 

Hari itu seolah-olah saya diingatkan bahwa.. Kita boleh berencana dan berekspektasi, tapi yang paling penting kita tidak boleh lupa bahwa ada kekuatan yang lebih tinggi dan hebat dari kita – yang dimana tanpa kekuatan itu kita tidak akan bisa apa-apa. Satu hal yang harus kita lakukan adalah “berserah diri” dan membuka hati pada kekuatan tersebut dan percaya bahwa “Dia” akan memberikan yang terbaik saat kita sudah siap :)

Photo courtesy of @rehanitadea



















It was one of the best experience in my life, setelah bertahun-tahun sebelumnya turut serta meramaikan Java Jazz Festival bersama Soulvibe. Saya ingin mengucapkan terimakasih sebanyak-banyaknya kepada kalian yang datang dan turut meramaikan penampilan perdana saya di Java Jazz Festival 2015, you know who you are! If you’re reading this and if you’re one of them, personally I would love to say thank you :) 

Terimakasih juga untuk semua yang mendukung, termasuk Burton Menswear Jakarta 
untuk wardrobe saya malam itu.

Sampai bertemu #LainWaktu di Java Jazz Festival berikutnya. Thank you!

@AbenkAlter

1 comment:

  1. Kita boleh berencana dan berekspektasi, tapi yang paling penting kita tidak boleh lupa bahwa ada kekuatan yang lebih tinggi dan hebat dari kita – yang dimana tanpa kekuatan itu kita tidak akan bisa apa-apa. Satu hal yang harus kita lakukan adalah “berserah diri” dan membuka hati pada kekuatan tersebut dan percaya bahwa “Dia” akan memberikan yang terbaik saat kita sudah siap :)

    Suka dan setuju banget kak, tetap menginspirasi ya! :)

    ReplyDelete

OBLIVIATE © 2017
Template by Blogs & Lattes