#1 Intro

Monday, December 29, 2014

“Selamat datang, perubahan. 
Sebuah dunia tercipta di impian. 
Perjuangan berbuah kenyataan. 
Selamat datang perubahan”. 

Begitu cara saya menyambut kalian masuk kedalam petualangan baru saya di “Selamat Datang” album pertama, debut saya sebagai Abenk Alter. Saat itu setelah lirik di atas selesai ditulis, saya langsung memutuskan untuk menjadikan “Selamat datang” sebagai judul album serta menjadikannya sebuah intro di track urutan pertama. Lucu sebenernya, kenapa? Karena ide penulisan lirik di atas inspirasinya datang dari dua hal yang berbeda dan ngga nyambung. 

Pertama, dari tulisan saya sendiri yang berjudul “Selamat Datang”. Tulisan yang saya tulis beberapa saat setelah saya memutuskan untuk keluar dari band saya terdahulu, Soulvibe. Sudah pernah baca kan? Kalau belum baca silahkan lihat disini. Kedua, saya ingat betul bagaimana di pertengahan tahun 2014 ini Indonesia mengalami sebuah pesta demokrasi besar-besaran dalam pemilihan Presiden terbaru kita Pak Jokowi. 

Euphoria-nya bukan saja terasa oleh para relawan di luar sana yang sebagaian besar anak muda, dan fenomena tersebut jadi tanda sebuah halaman baru dalam sejarah Negara kita, tapi euphoria tersebut juga sampai di saya, Saya benar-benar bangga dapat menyaksikan bagaimana anak muda menjadi agen perubahan dalam usaha menjadikan Negara ini lebih baik lagi. Kedua hal di atas terjadi dalam waktu yang berdekatan, dan entah bagaiamana perasaan meluap-luap tersebut yang kemudian tertuang dalam lirik di atas. 

Seakan-akan apa yang saya alami memiliki spirit yang sama dengan keadaan politik tahun ini. Gatau sih nyambung apa ngga sebenarnya. Mungkin kesamaannya terletak di satu semangat yaitu semangat “keinginan akan suatu perubahan”. Saya adalah sebagian kecil dari anak muda yang menginginkan perubahan. Bukan hanya “ingin” tapi akan berjuang dan melakukan sesuatu untuk “perubahan” ke arah yang lebih baik lagi. Mungkin hanya suatu perubahan kecil atau malah dalam skala yang besar. Yang jelas saya percaya perubahan itu ngga bisa dihindari, atau ditahan-tahan. Tinggal pilih, mau terbawa dan terhanyut dalam perubahan? atau kita ingin bersiap dan berjuang menjadi bagian dari perubahan?

Abenk Alter

No Comments

Post a Comment

OBLIVIATE © 2017
Template by Blogs & Lattes