Pages

Popular Posts

Secepatnya

Monday, September 15, 2014

Kemarin tanggal 10 September 2014 resmi rekaman album saya selesai. Dan sekarang, album saya dalam proses pengerjaan mixing kemudian mastering. Kemudian dalam waktu yang realtif dekat saya harap musik saya sudah bisa dinikmati teman-teman : ) 

Rasanya bener-bener lega dengan proses kreatif yang telah saya jalani dan lalui selama kurang lebih setahun ini. Banyak yang nanya termasuk temen-temen media, berapa lama sih pengerjaan album ini? Saya bisa jawab kurang lebih setahun, walaupun pada aktualnya proses rekamannya sendiri hanya memakan waktu yang relatif cepat, yaitu kurang lebih 3 bulan. Mengapa setahun? Karena dimulai dari setahun yang lalu sejak saya memutuskan untuk memulai karir baru, proses kreatif telah dimulai, dari membaca kembali diri saya, mencari ide dan mengumpulkan bayangan dari aktifitas yang juga bagian dari menilai potensi ini yang akhirnya meng-aktualkan Abenk Alter. 

Justru penggalian ide dan penentuan arah adalah fase yang paling menantang dalam proses kreatif Abenk Alter. Eksekusi musik tentu punya tantangannya tersendiri namun saya menemukan bahwa suatu hal apapun itu, akan terasa mudah dan menghasilkan hasil yang baik apabila di-kolaborasi-kan dengan orang-orang yang tepat. Di awal proses ini saya mendapatkan banyak bantuan dari beberapa teman baik seperti Rifka Rachman, Jmono, Dhana Baros, Iga Massardi, Widi Puradiredja dan masih banyak lagi, banyak pemikiran baru ataupun yang diingatkan melalui hasil obrolan dan juga dari membuat musik bersama. 

Banyak waktu yang saya habiskan sendiri dengan berkhayal alias “bengong” :D, menulis, bermain dan sekedar memainkan alat musik ( Karena saya tidak terlalu lancar dan mengetahui chord jadi ya ngasal aja sambil bikin-bikin nada). Namun sering hal-hal yang terkesan ngga penting ini membuahkan ide-ide dasar dan pemikiran fundamental saya dalam berkarya. Aktifitas-aktifitas ini bagi mereka yang mungkin tidak mengerti saya, akan menganggap saya melakukan hal yang “ngga jelas” dan “ngga ngapa2in” padahal kalo mereka tau otak saya ngga pernah berhenti “ngebul”. Ya saya rasa memang suatu hal pastilah memiliki banyak dimensi dan konteks tergantung masing-masing ingin melihat dari perspesktif yang mana :) 

Dalam fase pre-produksi , baik itu penulisan lagu dan aransemen musik saya cukup banyak mendapat bantuan dari Ario Seto yang bertindak sebagai produser saya di album pertama ini. Dalam sisi penulisan ada beberapa lagu yang saya tulis sendiri dan ada yang selesai dengan bantuan Rio, bahkan ada juga beberapa lagu yang kami tulis bersama dari Nol. Untuk perihal musik, Rio cukup berhasil saya “cekoki” referensi-referensi musik yang ingin saya wujudkan dalam lagu-lagu yang telah ditulis. 

Proses rekaman diselesaikan dengan sesi-sesi yang menyenangkan dan cukup melegakan untuk saya pribadi karena sejak awal saya menginginkan mereka yang terlibat, mengisi dan ambil bagian di album saya adalah sahabat-sahabat yang telah membantu saya sejak tampil debut pertama di Hall and Oates Jazzy Night. Mereka adalah Tri Junior di Gitar, Dimasz Joy di bass, Kevin Anggoro di drum, dan Dewita di keyboard, namun Dewita sama sekali tidak ambil bagian karena Rio sebagai produser memutuskan mengambil peran tersebut ( Juga karena masalah keterbatasan dana :D ) 

Banyak hal-hal yang belum berhasil saya lakukan di album ini. Salah satunya adalah memasukkan bunyi-bunyi dari alat tradisional dalam balutan tata musik yang ingin saya usung. Karena perihal teknis, dana, dan keterbatasan lainnya. Namun setidaknya saya cukup bahagia bisa terinspirasi oleh pola, elemen dan gaya permainan alat musik tradisional dan menambahkannya menjadi bagian dari beberapa aransemen lagu di album ini. Seperti pada Lain Waktu, Bicara, Lagu rindu untuk Dia dan Senandung Riang ( Bocoran judul lagu :D) 

 Beberapa hari yang lalu saya menulis 

“Constantly reminding my self. 
The intention is to Express not to impress”. 


Dalam proses kreatif, pada akhirnya saya secara konstan mengingatkan diri dan berusaha untuk membuang pikiran-pikiran “harus bagus, harus beda, harus keren, harus baru”, dan harus-harus yang lainnya. Karena “harus” tersebut adalah Ego yang menghambat terciptanya karya dari hati. Selama beberapa waktu belakangan ini untuk proses kreatif baik menulis lagu, menulis, menggambar saya selalu mengingatkan diri saya untuk mencoba melakukannya dari hati, dan melupakan harus-harus di atas beserta intensi ingin dipuji. 

Saya ingin karya saya memiliki esensi yang saya harap mampu sampai dan dimengerti. Dan yang paling penting adalah saya ingin membuat karya yang memiliki relasi dengan diri saya sendiri, bukan hanya sekedar “bagus” atau “keren” atau “enak”. Belakangan saya semakin yakin kalau berkarya itu ngga usah terlalu difikirin, biarin aja mengalir mengikuti rasa ( susahnya minta ampun xD )

Bahkan referensi-referensi musik yang sedang saya dengar ulang kembali dan cukup menjadi acuan dalam penulisan lagu serta tata musik album debut pertama saya putuskan untuk diabaikan. Beberapa dari luar seperti Marvin Gaye, Hall and Oates, The Carpenters, The Beatles, John Lennon, beberapa dari dalam negeri ada Chandra Darusman, Guruh Soekarno Putra, Chrisye, Fariz RM. Pemikiran yang muncul akhirnya.”Kalau saya ingin menjadi seperti mereka, saya akan larut dalam menjadi orang lain, dan tidak akan pernah mampu menjadi diri sendiri”. 

Selanjutnya seperti yang sudah saya bilang di atas, saya hanya berusaha untuk membiarkan rasa mengalir dan bermanifestasi dalam karya yang di dalamnya adalah refleksi pemikiran,rasa serta pengaruh-pengaruh musik yang sudah tertanam jadi bagian dari dalam diri saya. Album pertama ini jika saya boleh jujur, masih jauh dari rasa puas dan pencapaian personal. Masih banyak yang harus saya gali, saya pelajari, saya ekspresikan, dan masih banyak lagi yang belum tertuang dan ingin saya lakukan lebih baik. Tapi ya semua proses, semoga kalian yang mengikuti perjalanan saya juga menikmati proses-nya seperti saya menikmatinya. 

Jadi kapan album saya release? Tunggu kabar terbaru dari saya. 
Sekarang saya cuma bisa bilang dan berharap secepatnya! 

 Abenk Alter

#JurnalRekamanAA

No Comments

Post a Comment

OBLIVIATE © 2017
Template by Blogs & Lattes