Kebanggaan Sehari-Hari

Friday, September 26, 2014

 photo IMG_4467copy_zps95bb0a6f.jpg
Bersama Agit Bambang founder Amble Footwear photo by Alodita
Ada beberapa brand fashion line lokal yang saya suka dan respect, diantaranya adalah Sixteen Denim Scale (nama sebelumnya 16DScale) dan Amble Footwear

Saya mau ceritain kenapa. Pertama, Sixteen Denim Scale adalah Jeans lokal pertama yang bisa saya bilang pioneer dalam hal memiliki branding yang sangat baik terlepas dari memang secara desain dan kualitas produk saya acungkan jempol. Sebelumnya saya ingin balik ke sekitar tahun 2003-2004 setelah sepulang dari Australia mengunjungi Kakak saya yang bersekolah disana, saya membawa pulang dua buah jeans yang saya ingat saat itu bisa dibilang belum sehits dan sebooming tahun-tahun sesudahnya. Sebut saja dua nama brand jeans tersebut adalah Nudie dan Ksubi ( Saat itu masih Tsubi :D ). 

Kenapa saya membeli dua jeans tersebut? Padahal di Indonesia pun belum tentu sebagian besar orang-orang bahkan teman sepermainan saya tau dan mengerti ( sekarang udah banyak KW-nya ya haha) Berarti yang jelas saya beli bukan karena saat itu sedang hits dan “cool” jadi saya ikut-ikutan beli. Saya masih ingat betul, waktu saya beli produk-produk tersebut karena dapat info mengenai dua brand jeans, dan sangat “terbeli” oleh cerita dibalik brand dan “feel” yang ditawarkan pada saat memakai produk tersebut. 

Singkat cerita, setelah saya pulang dan sampai di Jakarta, saya juga mendapatkan sebuah jeans yang berasal dari Bandung yang beberapa kali saat-saat itu memang sudah lewat terdengar di kuping, bernama 16 Denim Scale. Saat itu saya berfikir ini ko ada ya brand lokal yang juga memiliki “cerita” yang ngga kalah menarik dibalik proses pembentukan brand dan produksi produknya, punya “feel”-nya sendiri yang ngga kalah menarik dalam aspek produk yang jelas ngga kalah sama brand luar negeri. Dalam konteks kualitas produk udah pasti harus bersaing, tapi yang membuat saya kagum adalah bagaimana aspek-aspek branding bisa di desain sedemikian rupa. Ini saya bicara taun 2003-2004 dimana tahun-tahun tersebut brand lokal belum se-booming sekarang. Keren banget ya : ) ini yang ngebuat saya nge-fans dengan Sixteen Denim Scale


Nah beberapa waktu lalu saya dapet kesempatan secara “acak” untuk bisa mengunjungi pabrik dari jeans Sixteen Denim Scale di Bandung, Cimahi lebih tepatnya. Sampai disana dan ternyata memang luar biasa secara standart kualitas produksi mereka terlihat, dari seberapa besar pabrik-nya. Karena saat itu datang sudah sore dan pabrik sudah tutup jadi hanya bisa lihat “sedikit” tapi itupun saya sudah bisa menilai, mereka memang sudah punya standart :) Atas kesempatan ini banyak-banyak terimakasih untuk Lukman Gunawan yang sudah mengajak.

 photo DSC01462copy_zps8eaaa7ca.jpg
Di Pabrik Sixteen Denim Scale (1)
 
 photo DSC01476copy_zps5a0f93ee.jpg
Di Pabrik Sixteen Denim Scale (2)
 photo DSC01465copy_zps6086ac83.jpg
Di Pabrik Sixteen Denim Scale (3)


Selang satu hari yang berbeda, secara acak lagi-lagi dikenalkan oleh Lukman, Agit Bambang, founder dari Amble Footwear, dalam hati,”Ini ko random amat ya kemaren 16 Denim Scale, eh sekarang Amble. Dua brand lokal yang saya respect”. Saya ingat sekitar tahun 2011 saya menemukan sepasang model sepatu yang cukup menghilangkan “kepengennya” saya saat itu dengan brand sepatu asal Australia “Vanishing Elephant” modelnya berbeda, tapi feel dan arah desain yang saya mau terdapat di sepatu yang saya lihat ini. Sempat berfikir ini brand luar, tapi begitu saya lihat loh ini ko lokal ya? Saat itu saya cukup kagum karena desain ini hadir, cukup berbeda dengan desain dari beberapa brand sepatu lokal lain, saat itu. Yang ini simple, statementnya dapet, dan secara detail maupun kualitas saat itu saya liat cukup baik, oh dan saya ingat salah satu yang menurut saya beda dan menarik adalah sol sepatu-nya kulit ( untuk harga yang reasonable saya mendapatkan desain, kualitas, dan uniqueness ) 
  
Dalam konteks fashion, yang saya rasa dan perhatikan mindset anak-anak muda Indonesia sudah masuk dalam level  “untuk tampil keren ngga harus lagi dan selalu brand luar negri,” dan itu menurut saya pribadi adalah sebuah kemajuan yang membanggakan. Saya sendiri cukup bangga mengalami dan era peralihan dimana dulu brand luar sangat diagung-agungkan, dan sekarang brand lokal sudah punya progress yang luar biasa dan terlebih diakui anak mudanya.

 Semakin hari juga saya semakin menghargai brand lokal yang kian hari kian menunjukan inovasi dan kualitasnya. Berdasarkan ketertarikan dan pandangan melihat sebuah produk sebagai sebuah karya dan buah pemikiran, membuat saya merasa lebih memiliki koneksi dengan brand lokal karena sebagai sesama anak muda Indonesia yang juga cukup peduli dengan perkembangan industri kreatif dan concern tentang bagaimana bisa mengembangkan karir sebagai pelaku, membuat saya menghargai karya-karya lokal. Terlebih apabila ada kesempatan untuk bertemu dan bertatap langsung dengan para pelakunya.

Makanya seneng banget dapet kesempatan untuk bisa ngobrol-ngobro di pabrik Sixteen Denim Scale dan ketemu denga Agit founder dari Amble Footwear. Untuk semua ini saya berterimakasih dengan Lukman. :D. Saya percaya brand lokal bisa memiliki tempat dan level gengsi serta branding awareness yang sama dengan brand-brand luar. Selama terus berinovasi dan menggali terus, menemukan cara bagaimana mengaitkan lokal konten kemudian mengadaptasinya ke dalam sebuah tren sehingga dapat diterima sebagai sesuatu yang memiliki keunikan dalam ranah industri. Dan…. yang paling penting kita sebagai anak muda juga ikut membeli dan bisa menjadikannya bagian dari kebanggaan sehari-hari dengan memakai produknya : )

Abenk Alter

No Comments

Post a Comment

OBLIVIATE © 2017
Template by Blogs & Lattes