Jakarta Untuk Warga by Pandji Pragiwaksono

Sunday, July 8, 2012

Waktu itu saya masih kelas 1 SMP, masih optimis, penuh semangat, idealis dan tidak punya anggapan buruk pada dunia.. Saya duduk melantai di pinggir lapangan basket, sambil nonton senior senior bermain basket. Mungkin semalam hujan, soalnya di beberapa area lapangan ada genangan air. Termasuk salah satunya di dekat saya. Pada satu waktu, bola basketnya memantul dari ring dan jatuh di genangan air dekat saya. Airnya terciprat dan wajah saya kena. Teman teman saya ketawa, sayapun ketawa, menertawakan kesialan itu.. Senior saya tertawa sambil mengambil bola basket tadi, tapi kemudian bolanya dgn sengaja dipantulkan ke genangan tadi, dan lagi, wajah saya kena cipratan Kali ini, saya kaget dan sedikit marah karena dia melakukan itu dengan sengaja. 

Senior saya, melihat ketidak sukaan di wajah saya langsung berteriak keras, sengaja menarik perhatian teman temannya, “Nggak suka?? Ha? Nantang?” Tiba tiba saya dikerumuni para senior, dan setelah itu mereka menimpuki tubuh saya dgn sejumlah bola basket Mungkin 3-4 bola basket ditimpuki berkali kali ke tubuh saya Saya ingat sekali, ketika terjatuh di lantai sambil melindungi tubuh dari siksaan itu, saya melihat ke sekeliling… Teman teman saya berdiri dan hanya melihat.. Tidak ada yg membantu.. Takut mungkin, atau tidak peduli.. Entahlah Yg pasti saya ingat sekali saya memejamkan mata, menunggu mereka puas menimpuki saya dgn bola sambil menahan rasa marah.. Saya bukan marah kpd senior yg menyiksa Saya bukan marah kpd teman teman yg diam saja Saya marah kpd diri sendiri, kenapa saya melawan? Kenapa saya tidak diam saja? Kenapa saya tidak menjauh saja ketika saya ditantang? Saya tidak lagi berurusan dgn senior senior itu keesokannya, tidak juga seterusnya. Tapi sesekali saya melihat mereka mengasari anak lain Walau hanya sesekali, tapi orang orang itu telah membuat saya males sekolah Enggan bersosialisasi Saya diam di kelas Kalaupun main, hanya dgn beberapa teman, sambil mencari pojokan sepi Orang orang itu membuat hilang antusiasme saya akan SMP tersebut.. Ternyata, saya tidak sendiri. Banyak yg males sekolah karena lingkungannya bikin kami tidak betah. Tiap hari kuatir dan takut. 

Bayangkan, hanya segerombol anak anak.. But they succesfully sucked the life out of that school. Begitu buruknya keadaan, hingga saya menyalahkan diri saya sendiri karena berusaha melawan Begitu buruknya keadaan, hingga yg lain males menolong saya, atau menolong siapapun.. Males atau takut. Entah yg mana. Mungkin keduanya. I hated that school, just because of several bullies. Hari ini, saya sudah menikah, 2 anak, punya karir, saya sudah jauh meninggalkan masa masa SMP tapi sensasinya, masih terasa. Namun kini, SMP tersebut berubah wujud menjadi kota tempat tinggal saya DKI Jakarta. Karena segerombol orang  brengsek yang terorganisir, kita kehilangan kenikmatan hidup di Jakarta Some of us may never complained, but nevertheless, problems exist Kita sudah terlalu muak dan capek untuk mau mengubah keadaan Bahkan ketika kita tahu byk yg butuh bantuan. Kita diam. Mungkin males, mungkin takut, entahlah. 

Kini, muncul 2 orang. Berani melawan Tidak datang dari geng manapun, independen istilahnya tapi mereka berdiri dan menantang keadaan Namanya Faisal Basri & Biem Benyamin Pasangan nomor urut 5 ini bukan hanya berani melawan, mereka bahkan menyerang Satu satunya pasangan yg terang2an di media bilang akan menindak ormas yg membuat keresahan. Dlm satu waktu bahkan menyebut FPI Satu satunya pasangan yg dalam debat resmi KPU di TVone mengucapkan dan mengangkat pluralisme, kemajemukan, harmonis dlm perbedaan Beliau di satu diskusi terbuka dgn lantang mengkritisi pengusaha pengusaha properti, di depan pengusaha pengusaha itu sendiri, termasuk bakrieland (kejadian ini terjadi di atamerica) tentang bagaimana mereka jadi bagian dari pengusaha properti yg membangun kota dgn menelantarkan kesejahteraan rakyat Satu satunya yg mengajak rakyat untuk kencleng di saat rakyat terbiasa dikasih uang Satu satunya yg bagian dari programnya ketika menjabat, adalah mengajak warga Jakarta ikut bekerja bersama kegubernuran dlm membangun Jakarta.

Bayangkan, musuhnya FaisalBiem pasti banyak: 

Ormas yg selalu menyebarkan kecemasan. 
Kalangan yg tdk bisa menerima keragaman. 
Pengusaha pengusaha properti yg selama ini diuntungkan gubernur. 
Rakyat yg terbiasa dikasih duit dan kaget ketika dimintai duit. 
Rakyat yg pengennya terima jadi, dan males diajak berdaya bareng. 
Partai Politik dan politisi yg ada di dalamnya 

Semua yg di atas, pasti akan memusuhi FaisalBiem Semua akan menghajar habis habisan FaisalBiem FaisalBiem melakukan hal di atas, karena memang itulah yg harus dilakukan utk jadikan Jakarta lebih baik. Utk menciptakan perubahan, jelas FaisalBiem akan mengganggu ketenangan status quo. FaisalBiem rattled a lot of cages, because it was necessary Kura kura bisa hidup dgn aman dan nyaman di dalam perlindungan tempurungnya, tapi kalau dia mau maju, kura kura harus berani keluarkan kepalanya dan berjalan maju FaisalBiem sticks his neck out For us. He sold his house, for us He stood out there, amongst political giants, for us. He played the game with very limited budget, amongst rich bastard with limitless budget, for us He fights a game with slim chance to win, for us! Sekarang, saya bagaikan anak SMP lagi.. Tapi kali ini saya di depan kelas yg melihat anak lain berdiri menantang para bullies Saya teringat ketika saya terjatuh di lantai, meringis kesakitan, melihat sekitar dan teman teman saya diam ketika saya menantang. Entah takut atau tidak peduli. Kini, saya menolak utk diam Saya sadar sekarang, melawan, adalah tindakan yg benar. Saya tidak mau, seperti SMP saya dulu, Jakarta jadi kota yg tiada harapan  karena para bullies petantang petenteng.. Maafkan saya karena berisik di twitter mendukung kandidat nomor 5, tapi saya melakukan itu karena saya begitu menginginkan perubahan untuk Jakarta Saya melakukan itu karena sedang memperjuangkan Jakarta Saya maju, tanpa dibayar, tanpa diimingi jabatan, karena saya ingin menemani FaisalBiem, berdiri disampingnya, melawan bulliesnya Jakarta If i have the chance to throw a jab on those crooked politicians, i will. And i did. Para bullies pikir FaisalBiem akan berdiri sendiri, mereka salah. 

Para bullies pikir kita tidak akan melawan, mereka salah. Ingat ini baik baik: mungkin kita menang, mungkin kita kalah, tapi setiap individu yang berjalan ke bilik suara utk mencoblos nomor 5, adalah sebuah pernyataan. Setiap individu yg mencoblos FaisalBiem, adalah jari tengah kepada politik busuk. Setiap individu yg mencoblos FaisalBiem, adalah kepalan perjuangan terangkat ke atas. Setiap individu yg mencoblos FaisalBiem, adalah doa memohon kebaikan bagi Jakarta Setiap individu yg mencoblos FaisalBiem, adalah bukti bahwa sindiran orang orang yg menganggap masyarakat twitter terlalu manja dan malas untuk mencoblos, SALAH. Coblosan kita untuk FaisalBiem, bukan hanya untuk rakyat kelas menengah Tapi untuk rakyat kecil juga. Secara spesifik juga utk anak muda, perempuan, untuk rakyat yg mencari uang di pasar tradisional, dll Saya jatuh cinta dgn program program FaisalBiem (terutama 5 program untuk anak muda) yg menurut saya jelas keberpihakannya, keren dan terpenting: realistis Silakan ditonton program programnya di youtube page faisalbiem Kita mencoblos FaisalBiem, bukan hanya untuk Jakarta, tapi untuk Indonesia. Jakarta memegang peranan penting dlm pelaksanaan pemilu presiden 2014. Tanggung jawab kita besar terhadap saudara saudara kita di seluruh pelosok Indonesia. Sadari, bahwa setiap individu yg mencoblos FaisalBiem, adalah bantuan nyata kpd rakyat Indonesia utk menetralkan kota Jakarta dari kontrol parpol menjelang 2014 nanti. Sekarang, mari bicara kemungkinan: Seberapa besar kemungkinan kita menang? Kecil. Bahkan banyak orang anggap nyaris tidak ada. Sahabat saya, Pangeran Siahaan (aka HappyFeet, aka Bajaj Dance) bilang: Kalau FaisalBiem dlm hasil pemilu berada di urutan ke 4, sudah merupakan kemenangan untuk kita. Karena itu berarti, kita ada di atas 1 calon partai. Tanda bahwa rakyat berhasil menundukkan sebuah (atau gabungan dukungan) partai politik. Tapi saya memimpikan sesuatu yg lebih. Saya ingin kita masuk ke putaran ke 2. …… Saya degdegan sendiri menulis kalimat tadi. Karena memang di atas kertas, tidak mungkin. Saya ini antara gila atau nekat, berani beraninya menulis “ingin FaisalBiem masuk putaran ke dua” Tapi coba dengar dulu argumen saya: Mengapa Fauzi Bowo berharap 1 putaran? Karena dia tau, kalau sampai harus ke putaran ke 2, ada kemungkinan dia kalah Makanya, dibiarin ada banyak kandidat pada putaran pertama ini dgn harapan suara terpecah. Strategi yg masuk akal Tapi, bagaimana kalau ada putaran ke 2? Sekedar informasi awal, putaran ke 2 hanya akan diisi oleh 2 pasangan. Yaitu 2 pasangan dgn suara teratas di putaran pertama Saya mau masukin, sejumlah tweet dari Bang Megi @megimargi: “makin banyak golput, Foke makin diunggulkan. Kalau banyak yng milih, pilih siapapun, prosesntasi suara Foke turun. PT 6,7 juta, kalau yg puas ama Foke misal 2,7 juta (40%) maka ada 4 juta (60%) yg tidak puas. Kalau Golput kayak tahun lalu (37%) kemungkinan Foke lolos satu putaran gede, karena Golput didominasi kelas menengah yg kritis. Tapi kalau Golput bisa ditekan katakanlah jadi 15%, prosentasi kelas menengah kritis yg nyoblos meningkat, peluang satu putaran turun. Sekalipun suara yang golput terdistribusi kesemua oposisi, tetap saja mengurangi prosentase suara Foke jadi syarat 50+1 sulit. Jadi, satu-satunya cara untuk mencegah Foke menang satu putaran adalah meyakinkan kelas menengah kritis untuk nyoblos.” 

Kalimat terakhir tadi adalah kuncinya, kalau kita bisa meyakinkan kelas menengah utk nyoblos, kemungkinan Foke menang satu putaran akan turun. Dan kelas menengah di Jakarta, banyaknya luar biasa. Kalau kelas menengah sedikit, lalu mobil dan motor siapa aja itu yg bikin macet tiap hari? Kalau kelas menengah dikit, siapa jutaan orang yg memadati mal tiap hari? Kalau kelas menengah sedikit, untuk siapa sushi tei, starbucks, mcdonalds yg tersebar ke seluruh pelosok Jakarta? Kalau kelas menengah sedikit, utk siapa tuh film Amazing Spiderman yg mengisi sampai 5 teater dlm 1 bioskop? Kalau kelas menengah sedikit, kenapa 711nya Jakarta (bukan Indonesia krn sejauh ini 711 baru ada di Jakarta) profitnya luar biasa hingga mengejutkan Amerika Serikat dan sampai dibahas New York Times? Kelas menengah di Jakarta banyak, namanya juga ibukota, hanya saja selama ini kita dianggap sebagai anak anak manja, pemalas yg hanya memperdulikan diri sendiri. Satu satunya cara membuktikan anggapan itu salah, adalah dgn melangkah ke bilik pilihan dan mencoblos nomor 5 pada tgl 11 juli nanti. 

Selanjutnya, Bang Megi berkata: “Foke dah diunggulkan dengan pecahnya suara oposisi, tapi lebih diuntungkan kalau kelas menengah yg benci dia pada golput. Menyalahkan sikut-sikutan antar opisisi sebagai hal yg menyebabkan Foke menang satu putaran adalah tidak fair. Rebutan suara antara oposisi tak membuat suara Foke naik secara signifikan, soalnya segmennya dah benci Foke, tinggal pilih siapa.” Mari   kita berhitung kemungkinan kasar, masih dari tweet bang megi: Kalau putaran ke 2 antara FokeNara dan JokoAh.. (Duh ga enak) JokoHok Kemungkinan FokeNara akan menang, mengapa? Karena menurut bang Megi, Islam konservatif tdk suka dgn pasangan Jokohok yg pernah bikin pernyataan yg menyinggung mereka soal pakaian muslim (saya pribadi ga merasa ada masalah, mrk aja yg sensi). Juga kelas menengah akan berduyun duyun milih FokeNara, demi menghindari cengkraman Prabowo thd Jakarta. Sebagaimana org memilih SBY karena tidak ingin Wiranto, Mega, Prabowo, menjadi Presiden/Wakil Presiden RI. Demi menghindari orang orang tadi, rakyat beralih memilih SBY. Hal yg sama mungkin terjadi pada FokeNara vs JokoHok. JokoHok adalah org yg baik. Saya percaya. Tapi ucapan org2 bahwa Jokohok tidak akan disetir mega-prabowo adalah ucapan yg teramat naif, mengingat jokowi pernah berkata “mau tetap jadi walikota Solo” eeeeh besoknya, besoknya nih, bukan bulan depannya, besoknya mencalonkan diri jadi Gubernur. Ditanya di Mata Najwa alasan maju jadi gubernur “Karena disuruh partai” -_-* Gmn caranya mau percaya JokoHok tdk akan disetir partai? Wong kehadirannya sbg cagub-cawagub aja karena disuruh partai. Lah kalo mengutamakan parpol, rakyat di nomor berapa? Kalau jokowi mengutamakan rakyat, dia tidak akan meninggalkan Solo. Dia belum selesai menjabat di sana lho.. Sentimen “asal bukan foke” sangat tinggi, tp berhadapan dgn jokohok, foke diuntungkan dgn sentimen “asal bukan jokohok” yg ternyata juga tinggi. 

Kalau putaran ke 2 antara Foke dan Hendarji… Ok lupakan, susah utk saya membayangkan Hendarji masuk putaran ke 2. Bang Megi juga blg, Hendarji di putaran ke 2 akan membuat kelas menengah golput. Kalau putaran ke 2 antara Foke dan HNWDidik, kemungkinan Foke juga yg menang karena sentimen negatif kelas menengah kepada PKS. Jangan salahkan kelas menengah, salahkan Tifatul Sembiring yg kelakuannya aneh aneh di twitter yg notabene isinya kelas menengah semua. Kelas menengah kuatir kpd islam konservatif karena trauma thd pembatalan LadyGaga, kekerasan antar umat, penutupan gereja yg walau terjadi di bogor dan bekasi (yg gubernurnya PKS) isunya dekat dgn hari kelas menengah Jakarta. Sentimen Asal Bukan Foke tinggi, versus sentimen Asal Bukan PKS. Kalau putaran ke 2 antara FokeNara dan AlexNono, menurut bang megi kemungkinan golputnya tinggi. Kelas menengah masih menunggu kelanjutan pemeriksaan KPK terhadap AlexNurdin. Dua duanya dibeking partai yg dekat dgn pengusaha kakap (demokrat dan golkar). Akan seru, tapi menurut bang megi banyak suara yg akan hilang. Saya pribadi merasa, kelas menengah bisa saja bersatu di Foke mengingat Abu Rizal Bakrie sentimen negatifnya tinggi dgn tuduhan pengemplangan pajak. Bakrie life yg bermasalah. Dan yg paling epik: Lumpur Lapindo. Nah sekarang, bagaimana kalau, kalaaauuu, Faisal Basri masuk ke putaran ke 2.. Ini akan jadi momentum. No one gave us a chance. No one believed. Jadi kalau memang Bang FaisalBiem masuk ke putaran ke 2, moral warga akan membumbung tinggi. Jelas. Di putaran ke 2, suara kelas menengah akan semakin tinggi dikarenakan keikut sertaan yg juga meningkat. People started to believe. Ingat piala asia 2007? Waktu masih Indonesia VS Bahrain, yg nonton langsung di GBK belum banyak, perhatian belum tinggi Tapi setelah partai melawan Arab Saudi, tiba tiba harapan bangsa Indonesia membumbung tinggi, sehingga orang berduyun duyun beli kaos timnas, baik yg asli ataupun KW, di partai Indonesia vs Korea Selatan, StadionUmum GBK penuh sesak. Semua karena, mereka mulai percaya. Sentimen Asal Bukan Foke tinggi, tapi tidak ada sentimen Asal Bukan Faisal. Bahkan, kalau anda ada di lokasi debat cagub-cawagub baik yg di TVONE dan MetroTV, anda akan melihat pemandangan yg menarik: Setiap jeda iklan, pasangan nomor 3, 4 , 5 dan 6 ngumpul bareng. Ngobrol, ketawa ketawa, meninggalkan pasangan 1 dan 2. Pasangan 1 dan 2 pun tidak saling ngobrol.. Saya melihat itu dgn mata kepala saya sendiri waktu dateng ke acara Jakarta Memilih-nya MetroTV. 

Menurut kesaksian bbrp orang, hal sama terjadi waktu di TVONE Asumsi bang megi dan juga asumsi saya, kalau putaran ke 2 antara Foke & Bang Faisal, seluruh lawan Foke akan merapat di FaisalBiem. If that happens, we can actually win this! Ingat bahwa partai2 ini masing masing ingin Jakarta steril utk partainya. PKS, PDIP, Gerindra dan Golkar memang terkenal tdk harmonis dgn Demokrat. PDIP dan Gerindra mmg oposisi. Golkar dan PKS yg ada dlm koalisi sih mengaku harmonis, tapi pak SBY pasti tdk merasa demikian :p Golkar dan PKS masih berkemungkinan utk bikin kesepakatan politik dgn Demokrat, tapi itu JUSTRU akan membuat kelas menengah bersatu di FaisalBiem Bisakah kita bekerja dgn baik di putaran ke 2? Bisa, terbukti kita bisa bekerja sama dgn baik sejauh ini. Sebagai satu satunya yg efektif menjaring dana kampanye dari rakyat via konser galang dana, Garage sale, merchandising, sumbangan via bank, FaisalBiem membuktikan bahwa kita bisa berdaya bareng bareng. (Hendarji Supandji juga independen, tapi saya bingung uangnya dari mana.. Karena ga terdengar kiprahnya dlm penggalangan dana.. Uang dari mana masih misteri bagi saya) Kesimpulannya begini.. Kuncinya, adalah untuk kita semua yg sudah ngetweet dukungannya kepada FaisalBiem, untuk membuktikan dukungannya dgn berjalan ke bilik pemilihan dan mencoblos nomor 5 Yakinkan teman, keluarga, dengan argumen. 

Kalau perlu, beri link tulisan ini ke mereka, atau, print dan sebarkan (tapi jangan nyampah yaa) Nah sekarang.. Warga Jakarta. Perhatikan baik baik: Mereka bilang, kita pasti kalah. Mereka bilang, kita hanya kuat di twitter Mereka bilang, kita hanya penggembira Mungkin mereka benar, memang kita penggembira. Tidak ada yg lebih menggembirakan, dari kuatnya kesempatan perubahan yg nyata ada di tangan kita Uang kita sedikit. Kita tidak didukung uang dari partai Kita tidak didukung uang dari cukong properti yg ingin mendapat pemenangan utk tendernya Kita terbatas akan dana Tidak mampu kita membayar agency terbaik untuk membuat kampanye brilian yg didasari diskusi org2 terhebat dunia periklanan.. Kata mereka, kampanye kita dingin dan tidak tertata dgn baik, memang, mau gmn lagi karena kita hanya bisa berdaya bareng siapapun yg mau menyumbangkan kemampuannya scr gratis Tidak mampu kita membayar musisi musisi dgn bakat luar biasa utk mengendorse kita, apalagi utk ditayangkan di bioskop bioskop ibukota Tidak cukup uang kita untuk membayar buzzer buzzer influensial Tidak punya kemeja berseragam indah macam batik atau motif kotak2, kemarin saja Bang Faisal dan Bang Biem kemejanya beda pas acara MetroTV. Bang Faisal kmrn di MetroTV pakai kemeja pemberian warga, warga tdk mampu tapi ingin membantu. Dia punya usaha bordiran & memberi bang Faisal kemeja dgn bordiran wajah FaisalBiem. Tidak bisa kita bikin dangdutan di mana mana kemudian menghiasi acara gratis itu dgn iklan iklan kita Kita berantakan, tdk indah, tdk elegan, tdk punya uang.. Tapi kita benar. Bagaimana saya tahu kita benar? Disaat kita ramai ramai menulis untuk mendukung FaisalBiem Kubu seberang menulis utk membela dirinya! While we write to support, they write to defend. Do you see now? We write coz we know we are right They write, to prove they are not wrong. 

Teman teman warga Jakarta Kita tidak punya apa apa Tapi apa yang kita punya, lebih kuat dari uang Kita punya harapan. Kita punya semangat Kita punya persahabatan, antar individu yg percaya akan harapan penuh semangat tersebut Kita punya diri kita sendiri, dan 1 mulut yg bisa dipakai utk meyakinkan org org lain Kita punya akun twitter, facebook, untuk menyebarkan tulisan tulisan semacam ini Kita punya momentum Dan kita punya pemimpin utk didukung We are underdogs We are proud of it. And its time to bite. 

Tanggal 11 juli 2012, mari jalan bersama Anda dan saya Saya akan menggunakan kemeja polos lengan panjang dan menggulung lengannya. Ingin seperti Bang FaisalBiem yg khas bergaya demikian Bersama kita ke bilik suara. Contreng nomor 5. 5 detik, untuk 5 tahun yg lebih baik Kita buktikan Jakarta bukan utk pengusaha jahat Bukan utk parpol Bukan utk ormas Jakarta untuk kita Jakarta untuk warga More than knowledge, we have imagination We see things more than what they are, but what they could be. They cant find common sense in what we do. Of course they cant, there is no common sense, in faith.


Pandji Pragiwaksono

No Comments

Post a Comment

OBLIVIATE © 2017
Template by Blogs & Lattes