The Sound of Movement : Keep Me Company @berburu

Thursday, June 9, 2011



Berburu ! berbudaya itu Seru !


Kakek saya pernah bilang, "Kebesaran dan kekuatan suatu bangsa, dapat dilihat salah satunya dari Budaya. Budaya menjadi jati diri suatu bangsa, semakin matang jati dirinya semakin berkarakter suatu Negara. Lihat China, atau Jepang, sampai sekarang mereka sukses untuk mempertahankan ciri khas budaya mereka walaupun telah "terjajah" kapitalisme" .


Menurut Wikipedia, Budaya adalah suatu cara hidup yang berkembang dalam sebuah kelompok orang dan diwariskan dari generasi ke generasi. Beberapa aspek budaya meliputi agama, politik, adat istiadat, bahasa, pakaian, bangunan, karya seni dan hal-hal rumit lainnya. Jadi bisa disimpulkan, negara yang kuat ideal-nya punya karakter yang juga kuat dalam aspek - aspek diatas. Pertanyaannya, Indonesia gimana? Memang Indonesia terkenal akan kekayaan tradisi budaya, termasuk tarian, baju adat, dan musik. Namun, bagaimana dengan arti budaya sebagai "cara hidup yang berbudi / baik  ? Mungkin masih suka lupa untuk dipraktekan. Menurut wikipedia, Budaya atau kebudayaan berasal dari bahasa Sansekerta yaitu buddhayah, bentuk jamak dari budi atau akal. Jadi mustinya orang yang berbudaya bukan cuman bisa nari, atau pake baju adat, dan nyanyi lagu daerah, tapi yang paling penting adalah dia Berbudi baik, atau  berarti bertingkah laku yang baik dan tercermin di kehidupan bermasyarakat. Sudahkah kita menunjukan perilaku yang baik, sebagai cermin masyarakat yang berbudaya ? Nah, Apa sih yang sudah umum kita liat di jalanan Jakarta? Selain Jalanan yang semerawut, mobil dan motor saling tumpah tindih, jangankan kendaraan, bahkan terkadang sampe pejalan kaki pun bisa kena macet. Angkot parkir dimana saja mereka mau, mau brenti ya brenti..mau jalan ya ayok. (kayanya bener - bener ga peduli..atau memang ga punya kepekaan? ). Belum lagi sering kejadian saling gontok-gontokan antara satu "mas-mas" dengan "mas-mas" yang lain : D Sepertinya jangankan marka jalan diinget, etika dasar bermasyarakat aja sepertinya kalo udah di jalan tuh semua orang ngga peduli, "yang penting gue cepet sampe tujuan". ( Astaghfirullah, saya juga masih suka khilaf ; p ) Buang ludah dan sampah sembarangan sudah jadi pemandangan yang umum di jalan. Dan masih banyak lagi hal - hal yang menurut saya kontradiktif dengan Indonesia yang notabennya sebagai bangsa yang besar, berbudaya, kaya akan tradisi, sepertinya tidak tercermin di kehidupan keseharian, sepertinya tidak berbudaya dengan baik alias tidak punya cara hidup yang baik. Untuk lebih spesifik di kota - kota besar dan Jakarta, ini bahkan memberikan kasus yang lebih serius, karena Jakarta adalah ibu kota, sebagai cermin dari keseluruhan Bangsa. Apa mungkin , " yasudah ini adalah karakter bangsa kita..memang begini adanya?"  menurut saya tidak, kenapa? karena saya yakin masih banyak banget  yang mengedepankan berbudaya hidup yang baik, dan di daerah - daerah Indonesia yang masih mengutamakan nilai-nilai luhur. Juga karena Indonesia adalah bangsa yang terkenal akan keramah - tamahan dan sopan santun-nya. Tidak adil untuk menjadikan minoritas sebagai tolak ukur. Tapi melihat keadaaan sekarang bukan tidak mungkin akan bergesernya nilai-nilai dan besar kemungkinan generasi - generasi berikutnya kurang memiliki pengetahuan tentang  menerapkan budaya yang baik berdasarkan tradisi dalam berkehidupan sehari - hari. Jadi jelas pasti ada persepsi tentang berbudaya yang harus dibenahi ditengah masyarakat, khususnya masyarakat Kota dalam menanamkan Nilai-nilai berbudaya yang baik. Sepertinya perlu pembenahan di awal, sebelum seseorang turun dan aktif terjun bermasyarakat. Itu yang akhirnya menjadi trigger untuk tamu saya dari berburu "berbudaya itu seru" , mereka punya program untuk mensosialisasikan basic values how to have a good citizenship di Indonesia, Jakarta menjadi pilot project-nya.  

Sang inisiator utama, Tasa Barley heran melihat Tingkah laku masyarakat kota yang yang tidak mencerminkan sebagai masyarakat yang berbudaya. Saya salut dengan cara mereka memulai pembenahan dari awal umur, dan melihat pendidikan sebagai solusi dan akar permasalahan. Mereka mengajarkan nilai - nilai dasar selayaknya apa yang PPKN atau PMP jaman saya sekolah dulu ajarkan (tua banget ya saya xp ) tetapi melaui cara - cara yang jauh lebih menyenangkan dan interaktif. Kepemimpinan, saling menghormati dan menghargai, mematuhi peraturan, meng-ekspresikan diri dengan  berbicara di depan umum, menjadi anak yang proaktif, adalah sebagian materi - materi yang disosialisasikan Saya percaya nilai nilai mendasar ini yang juga harus menjadi perhatian, karena boro-boro bisa mengapresiasi budaya atau tradisi indonesia kemudian mengaplikasikan dalam berkehidupan masyarakat kalo berbudaya yang sangat mendasar dan sifatnya universal tidak bisa dipraktekan dalam berkehidupan bermasyarakat. Apabila banyak program-program inisiatif seperti yang dilakukan dari teman - teman Berburu, saya optimis di masa depan Indonesia akan memiliki budaya bermasyarakat yamg jauh lebih baik dari sekarang.

follow @berburu di twitter : )

1 comment:

  1. wow kak this is an inspirational post :) dan makasih rekomendasinya, aku skrg follow @berburu :p

    ReplyDelete

OBLIVIATE © 2017
Template by Blogs & Lattes