Life is a devotion, love is a blind devotion

Thursday, April 7, 2011

Malem itu sepulang dari Rumah Sakit tempat Nenek saya dirawat, Ayah dan Kakek saya sempat mampir ke rumah, karena ingin mempersiapkan baju untuk tidur di Darmawangsa (rumah kakek saya).

Selama Bapak saya mempersiapkan baju, saya menemani Aki menunggu dalam mobil, karena beliau terlalu cape, ngga mau turun. Selama saya nemenin dalam mobil itu, beliau curhat sama saya. Ini beberapa yang saya ingat..

"Rasanya sudah seperti bagian dari tubuh, intuisi sudah bermain, saling pengertian udah bukan jadi bahan perbincangan, karena memang sudah benar - benar menyatu. Dan suatu saat, dia hilang karena termakan waktu, rasanya tidak ingin melihat sesuatu, mendengar lagu yang mengingatkan akan sosok dia yang kita cinta. Aki Ikhlas"

"Aki ngga tau harus gimana, aki kehilangan cinta aki, selama 60 tahun. 20 tahun sebelumnya aki belum merasa hidup, baru benar - benar merasa hidup setelah nikah sama Nini, serasa bagian tubuh ada yang hilang" Nini adalah contoh figur yang memberikan cinta tulus, tanpa ngeliat apa kerjaan aki, apa yang aki punya, dia cuma Cinta aki aja"

(selama ngomong ini, dia nangis, dan cm sama saya..bayangin Nini saya blm meninggal, tapi beliau udah ngomong seperti ini)

"Live is a devotion, Love is a blind devotion. Saat kita cinta sesuatu atau seseorang, benar - benar membutakan .. Kalo tidak buta harus dipertanyakan kedalaman cinta-nya"

"Jangan pernah membandingkan harta dengan cinta.. Uang itu dimana - dimana, bisa dicari bisa diusahain. Tapi untuk hidup bersama dengan orang yang kita cintai adalah sesuatu yang tidak ternilai, dan tidak semua orang bisa mendapatkan anugrah itu. Jadi kalo kamu cinta sama seseorang harus diperjuangin (waktu dia ngomong ini pun gw ikutan nangis).

"Temenin aki ya, aki pengen menghabiskan sisa hidup aki dengan mengabdi pada masyarakat, pada sekitar, apa aja yang bisa dilakuin, termasuk ngajarin kamu apa yang aki tau" .

"Rasa-rasanya hidup dan tumbuh tua dengan orang yang benar - benar kita cintai adalah anugrah terindah. Ngga semua orang punya kesempatan seperti itu. Walaupun pada ujung-ujungnya semua yang diberikan harus dikembalikan.. Karena semua miliknya dan semua berpulang padanya. Aki ikhlas.."


Beberapa menit setelah obrolan ini kita mendapat kabar dari Rumah Sakit bahwa nenek, nini saya bertambah kritis dan sudah tidak bisa tertolong lagi. Beberapa menit selanjutnya Genny Amongpraja meninggal dunia, Innalillahi wa inna illaihi roji'un...

1 comment:

  1. serius ya, aku ngetik ini sambil pegang tisu dan nyedot ingus dari tadi. Baru baca beberapa kalimat udah nangis tadi :(

    WOW sekali ya aki sama nini :)

    ReplyDelete

OBLIVIATE © 2017
Template by Blogs & Lattes