TO DREAM IS TO LIVE, TO LIVE IS TO DREAM

Monday, January 17, 2011

TO DREAM IS TO LIVE, TO LIVE IS TO DREAM…
Kata–kata menarik , multi–intrepertasi yang sesaat terlintas di benak saya.
Dalam mimpi kita sebagai subjek bisa melakukan apa saja yang terjadi sebagai proyeksi fikiran pada alam imajinal kita. Para mistikus dan kaum agamis berpendapat bahwa hidup di dunia ini bagaikan tidur untuk jangka waktu yang tidak diketahui oleh kita. Sedangkan ketika kita terbangun dan hidup yang sejati adalah justru pada saat kita mati dan “pulang” kembali kepada-Nya, itulah saat kita membuka mata yang sebenarnya.
Merujuk pada perumpamaan tersebut, selama hidup ini kita sedang tertidur di dunia dan bermimpi, maka saya berpandangan, “Oohh mungkin itu sebabnya kita bisa melakukan apa saja, dan memiliki apa saja yang ada di dunia ini, krn kita sedang bermimpi.”
Rahasia-nya adalah, kita harus menyamakan frekuensi gelombang dimensi dalam diri kita, seperti contoh dalam film inception. Dalam film itu terdapat scene dimana, utk bangun dari tiga lapis kedalaman tidur harus menyamakan “kick” yang selaras dengan dimensi kehidupan ini.
Maka saya berpendapat, begitu jg dalam memiliki sesuatu atau untuk mendapatkan sesuatu, kita harus menyelaraskan apa yg menjadi visualisasi kita di beberapa dimensi kehidupan. Dalam hal ini saya mempunyai pendapat bahwa kita manusia adalah makhluk yang multi – dimensional. Kita hidup di tiga alam, yaitu dimensi pikiran (Mind), dimensi fisik/tubuh (Body), dimensi jiwa (Soul).
Dalam dimensi imajinal/pikiran, kita dapat secara konstan melakukan visualisasi atas apa yang kita harapkan terjadi di dunia. Terkadang apabila kita melakukan visualisasi sblm tidur, hal itu sangat mungkin kemudian terproyeksi dalam mimpi kita.
Dalam dimensi fisik, di dunia kita berada kita bisa menyelaraskan gelombang energi dengan berusaha, bekerja, belajar dengan sebaik-baiknya.
Sementara dalam dimensi ruhaniah, kita terus menerus berdoa dan memohon apa yang kita mimpikan kepada sang EMPUNYA seluruh dimensi, karena apa yg kita lakukan ketika “bermimpi” sesungguhnya adalah melampaui batas dimensi .
Istilahnya connecting energy, menyatukan energi, menyamakan frekuensi energi antar dimensi pikiran (mind), dimensi tubuh (Body) dan dimensi jiwa (Soul).
Apabila penyelarasan itu terjadi, maka akan terjadi ledakan, dan peristiwa-peristiwa tertentu, salah satunya bisa jadi mimpi yg menjadi kenyataan. Jika kita melakukan dan menyelaraskan tiga usaha dalam tiga dimensi ini secara konstan dalam upaya mencapai apa yg menjadi mimpi kita, maka niscaya kita mendapatkan apa yang kita harapkan tercapai. Betapa mimpi memiliki kekuatan.
Dream, Work, Pray, di sinergikan dalam penyatuan Mind, Body, dan Soul. Mari kita terus berusaha menyelaraskan dan menyeimbangkan 3 hal ini, dengan suatu keyakinan dan positive thingking bahwa apa yang kita inginkan akan terjadi suatu saat nanti. Because the power of the universe, lies within you.

No Comments

Post a Comment

OBLIVIATE © 2017
Template by Blogs & Lattes