“Antara Maslow dan Gazali” -Dra. Rani Anggraeni Dewi, M.A

Monday, January 17, 2011


Abracham Maslow seorang tokoh pikologi humanistik menemukan dari hasil penelitiannya bahwa orang – orang yang berhasil mencapai akutialisasi diri berulang kali memiliki kebahagiaan yang lebih panjang dibandingkan orang – orang yang merasa cepat puas dengan hanya pencapaian kebutuhan fisik dan bersifat materi.
Hal ini sejalan dengan Imam Gazali, seorang sufi yang mengatakan merasakan kehadiran Tuhan di dalam diri setiap saat merupakan kebahagiaan otentik.
Maslow dan Gazali dapat saling melengkapi. Keduanya sama – sama menganjurkan aktualisasi diri untuk meraih kebahagiaan. Bedanya Maslow pada dimensi lahiriah sementara Gazali pada level batiniah.
Ketika kita bersyukur kepada Tuhan atas apapun yang kita capai dalam aktualisasi diri, maka kita menyatukan keduanya, yaitu kebahagiaan lahiriah dan kebahagiaan batiniah.
Dra. Rani Anggraeni Dewi, M.A.

No Comments

Post a Comment

OBLIVIATE © 2017
Template by Blogs & Lattes