MEMBUKA 2018


Memulai blog ini dengan harapan minimal at least gue setor tulisan sebulan sekali (resolusi 2018 :D). #JurnalAbenkAlter yang biasanya ada di Youtube Channel, gue putuskan juga untuk diekspresikan dalam bentuk tulisan karena gue menemukan ada hal-hal yang lebih ideal (menurut gue) untuk ditulis. Plus sekalian gue latihan nulis juga :D

Membuka 2018 dengan satu pengalaman yang luar biasa. Awal Januari kemarin gue menerima undangan dari sebuah inisiatif sosial bernama Manusaya Project. Manusaya Project adalah inisitatif sosial yang fokus kegiatannya berhubungan dengan pemberdayaan manusia, dalam hal ini secara spesifik adalah anak-anak. Melalui e-mail mereka meminta gue untuk turut berkontribusi dalam sebuah acara yang juga menjadi ajang launching mereka sebagai sebuah inisiatif.

#PLAYINPROGRESS


Mimpi apa dapet kesempatan untuk berkarya di satu ruangan penuh di Plaza Indonesia?

Suatu hari, teman lama yang bernama Acit yang bekerja di Plaza Indonesia menawarkan kesempatan itu. “Lo bisa bikin apa aja Benk disitu, terserah.”

Walaupun kesempatan dan kepercayaan itu dateng untuk gue sendiri, tapi rasa-rasanya kok sayang ya kalo tidak digunakan juga untuk berkolaborasi supaya lebih seru dan “gaung” projeknya juga lebih luas. Akhirnya tanpa pikir panjang langsung terlintas nama-nama teman seniman yang lain yaitu Ican Agoesdjam, Muklay dan Rebellionik.

MURAL DI FILOSOFI KOPI


Satu hari di akhir Desember 2016, salah satu sutradara muda berbakat Indonesia yang juga sudah jadi teman baik yang cukup lama menghubungi gue. Dia adalah Angga Sasongko. Sapaan Angga kemudian disusul dengan pertanyaan dan peryataan yang kurang lebih begini, “Benk, lo tertarik ngga untuk mural di Kedai Filosofi Kopi? Kita rencananya akan mulai syuting sekuel Filosofi Kopi dan ceritanya Kedai Filosofi Kopi buka lagi dan punya tampilan baru. Kalau tertarik, gue kepikiran lo bikin karakter visual lo besar-besar disana.”

“Ayo!”

Tanpa pikir panjang jawaban setuju, keluar dari mulut gue.